Minggu, 07 Maret 2010
Mahasiswa Makasar Vs Polisi "Pantaskah Mereka disebut Mahasiswa dan Polisi"
Wah akhir-akhir ini headline di media informasi, mulai dari TV, koran sampai kaskus kok tentang bentrok Mahasiswa Makasar Vs Polisi melulu yah ? Apa gak ada berita lain yang lebih enak buat jadi headline yah ?
Nah padahal masalah bentrok ini cuman karena salah paham dan gak mau saling dewasa antara kedua belah pihak hingga masalahnya makin rumit saja kian hari.
Kalau di rangkum secara benar-benar masalahnya sebenarnya hanya begini
awalnya demo century
kemudian HMI makasar dikeroyok oknum polisi malam hari
lalu mahasiswa besoknya gantian ngrusak fasilitas umum termasuk pos polisi,plus lapor telah terjadi penyerbuan HMI oleh oknum polisi ke polisi.
setelah itu,warga gak terima karena jalan diblokir,,n mahasiswa ngrusak fasilitas umum
warga pun gantian nyerbu mahasiswa,
mahasiswa mundur
warga hancurkan HMI ampe motor2nya,
besoknya lagi
mobil polisi dirusak mahasiswa
kemudian lagi mahasiswa vs polisi
warga kembali bentrok sama mahasiswa
lempar lemparan
polisi menengahi
jalan kembali lancar
Namun keesokan harinya kembali ricuh.
Waduh ?
Semoga bapak-bapak polisi dan kakak-kakak mahasiswa khusunya kakak-kakak mahasiswa UNM bisa lihat blog ini yah.
Saran buat kedua belah pihak :
1) Mestinya kalian saling damai dengan cara yang lebih berwibawa gitu, jangan asal jotos-jotosan sendiri
2) kalian mestinya harus saling dewasa dong, lah katanya Mahasiswa ? Katanya Polisi.
3) Lain kali kalau mau Demo yang bener mas, ingat tujuan demonstrasi itukan menyampaikan aspirasi bukan saling Anarki
4) mestinya kalian tahu dulu kerugiannya kalau kalian bentrok begini
Yang pertama , noh lihat para om dan mba wartawan yang dapat bonus (bukan hanya wartawan lokal loh).
Kedua, waduh-waduh kalian cuma tambah mencemarkan nama Indonesia di kancah dunia saja

Ketiga gak rugi tuh, barang-barang & fasilitas umum rusak. Sia-sia Waktu dan Tenaga yang harusnya digunakan untuk belajar di kampus dan untuk mengabdi pada negara...
Yah cuman itu jeritan hati gue, yang baik-baik mohon dibagai & yang salah-salah jangan di masukan dalam hati.
nah berikut ini artikel tentang mahasiswa Makasar beserta VDnya yang saya dapat. Mohin disimak yah

Kamis kemarin (4/3/2010) tempointeraktif melaporkan bentrokan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dengan warga pengguna jalan. Warga kesal lantaran sudah terlalu lama jalanan di depan kampus tidak dibuka. Sejak pukul 10.00 wita Jalan Alauddin ditutup total oleh mahasiswa.
Sekitar 200 polisi antihura-hara Brimob Polda Sulsel mendesak mahasiswa mundur. Tapi, mahasiswa bertahan dan terus melempar batu dari dalam kampus. Polisi sudah menembakkan gas air mata. Akibat perang batu ini, Intan, 36 tahun, terluka terkena lemparan. Warga yang marah kemudian merusak pos satpam UIN, mereka juga melontarkan maki-makian kepada mahasiswa. Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Pol Adang Rochjana menyatakan aksi yang dilakukan warga adalah titik kulminasi karena tidak tahan dengan ulah mahasiswa.
Sejam sebelumnya, mahasiswa kampus lain masih di kota yang sama, bangunan pos polisi pelayanan masyarakat di pertigaan Jalan A.P. Pettarani dan Urip Sumoharjo, Makassar dilempari batu oleh sejumlah mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia. Akibatnya dua kaca pos polisi pecah.
Polisi yang tidak tahu apa-apa yang berjumah sekitar 30 anggota Brimob dan polisi dari Polres Makassar Timur sempat keteteran karena dilempari batu. Namun, tak beberapa lama mahasiswa pergi setelah bantuan 7 unit mobil polisi lalu lintas dengan sekitar 15 orang polisi datang.
Meski begitu mahasiswa UMI masih berjaga-jaga di kampusnya yang berjarak satu kilometer dari pos polisi tersebut. Ada kabar kericuhan mahasiswa juga terjadi di kampus Universitas Hasanuddin, dan Universitas Muhammadiyah.
Pengrusakan kantor polisi ini sudah yang kesekian kali menjadi korban keganasan mahasiswa. Tadi pagi mahasiswa sudah merusak pos polisi di pertigaan A.P. Pettarani dan Alauddin. Lalu siangnya, mahasiswa melempari kantor Polsekta Ujungpandang.
Bentrok Mahasiswa Makasar dengan Pengantar Jenazah
Selain dengan polisi, mahasiswa Makasar juga bentrok dengan warga pengguna jalan. Kali ini bukan main-main, yakni mobil pengantar jenazah dengan sirine yang selalu meraung-raung. Sudah menjadi rahasia umum, pengantar jenazah di Kota Makassar kerap menjadi “penguasa tunggal” di jalan. Seakan hanya mereka yang bisa lewat di jalan raya, pengguna jalan lainnya wajib minggir. Apa jadinya jika dua “penguasa” jalan bertemu di satu jalan. Bisa dibayangkan, bentrokan sulit terelakkan.
Begitu juga dengan mahasiswa yang menggelar demonstrasi. Mereka kerap menjelma menjadi “maharaja” di jalan raya. Pengguna jalan “wajib” antre lewat atau mencari jalur lain.
Saat dua “penguasa jalan” itu bertemu, bentrokan kerap menjadi suguhan. Itulah yang terjadi di Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu kemarin (3/3/2010) atau sehari sebelum bentrokan mahasiswa versus polisi tadi.
Ketika mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) “menguasai” jalan saat berdemo, puluhan pengantar jenazah tiba-tiba datang menuntut dibukanya jalan yang diblokir. Kedua pihak sama-sama ngotot, bentrokan pun pecah. Kejadiannya cepat, namun perang batu antar kedua pihak tidak dapat dihindarkan. Beruntung polisi yang berjaga di tempat tersebut dibantu jendral lapangan (jenlap) pada aksi tersebut dapat menenangkan dan melerai massa yang sedang panas.
Selain aksi saling lempar, mahasiswa UMI juga menyandera mobil berplat merah serta sebuah mobil bermuatan peti kemas. Selain itu mereka juga sempat membakar ban, dan empat ekor ayam betina yang bertuliskan “SBY”.
Kejadian serupa terjadi di depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, beberapa bulan lalu. Ketika itu, mahasiswa Unismuh asyik berorasi di depan kampus mereka, tiba-tiba pengantar jenazah lewat. Perang mulut tak terhindarkan kemudian menjadi perang batu. (Lihat)
Di tempat terpisah hari Rabu (3/3/2010), metrotvnews melaporkan bentrokan juga terjadi di Universitas Hassanudin Makassar, antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Mahasiswa melempari polisi bermotor dengan batu. Satu polisi terluka terkena lemparan batu di kepala. Aksi berlangsung anarkis. Sejumlah mahasiswa merusak dan mencabut rambu-rambu lalu lintas.
Sementara di depan Kantor DPD Partai Demokrat di Makassar, mahasiswa juga bersitegang dengan polisi. Mahasiswa melempari Kantor Demokrat dengan telur busuk. Bahkan mereka juga memberi pakaian dalam kepada pengurus Partai Demokrat.
Sedangkan di Kantor DPRD Sulawesi Selatan, ratusan mahasiswa membanjiri lingkungan kantor untuk berorasi. Di antaranya dari Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Makassar dan perguruan tinggi lainnya berunjuk rasa dari pagi hingga siang hari.
Di sejumlah titik, mahasiswa juga berunjuk rasa dengan menahan dan menginjak-injak mobil dinas pemerintah setempat dan selalu memblokir jalan tempat mereka melancarkan aksinya.
***
Bagaimana sebenarnya sejarah bentrokan mahasiswa di Makasar selama beberapa tahun terakhir? Berikut data-datanya :
24 April 1996
Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer.
1998
Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Jusuf Manggabarani.
September 2000
Mahasiswa UMI beraksi menolak masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. Dua mahasiswa UMI disel, yaitu Surya dan almarhum Nasrullah. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo.
Juni 2001
Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata.
18 Februari 2004
Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. Mahasiswa ngotot menutup jalan, sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak.
1 Mei 2004
Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. Akibatnya, puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan. Belakangan namanya sempat muncul kembali di media saat memeriksa Kombes Pol Susno Duadji terkait kasus Bibit-Chandra. Saat itu dia bertindak sebagai Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum).
5 Desember 2006
Mahasiswa dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa melawan mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, UNS, Selasa, 05 Desember 2006 dan masih banyak lagi.
24 September 2008
Sebanyak 24 mahasiswa berasal dari Fakultas Sastra dan Desain (FSD), satunya lagi dari Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar.
3 November 2008
Ratusan mahasiswa Universitas 45 Makassar terlibat tawuran dengan aksi lempar batu sesama mahasiswa.
Mahasiswa Makasar Bentrok dengan Sesama Mahasiswa
Bentrokan sesama mahasiswa kembali terjadi. Kali ini terjadi di Makassar, yaitu di Universitas Muslim Indonesia (lagi-lagi kampus ini). Seperti yang dilansir oleh media massa setempat (Tribun Makassar), bentrokan melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dengan mahasiswa yang tergabung di unit kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UMI. Akibat bentrokan tersebut, seorang mahasiswa Fakultas Teknik, mengalami luka parah akibat terkena tebasan parang dan anak anak panah di bagian leher. Dua mahasiswa teknik lainnya menderita luka akibat bentrokan.
Bentrokan ini dipicu hanya karena provokasi berupa pamflet oleh Kelompok Mapala di sekitar fakultas teknik. Pamflet ini kemudian membuat beberapa mahasiswa fakultas teknik naik pitam hingga akhirnya menyerang unit Mapala tersebut. Dari penyerangan ini bentrokan akhirnya tidak teredam, hingga korban berjatuhan.
Selain di UMI, bentrokan sesama mahasiswa juga terjadi di kampus ternama kota Makasar yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) pada hari Rabu, 17 Februari 2010. Pemicunya, mahasiswi Fakultas Teknik yang berjualan kue di Fakultas Peternakan digoda sejumlah mahasiswa.
Padahal, mereka berjualan kue dalam rangka pengumpulan dana. Tidak terima, mereka lalu melaporkan perlakuan mahasiswa peternakan tersebut kepada seniornya. Alhasil, bentrok mahasiswa antardua fakultas ini pun pecah.
Bentrok berlangsung sekira 90 menit. Mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.30 wita. Tidak ada korban serius dalam insiden ini. Namun, sejumlah kaca gedung perkuliahan rusak terkena lemparan batu.
Mengenai sanksi yang akan diberikan, Pembantu Rektor III Unhas Nasruddin Salam mengatakan, hal tersebut belum bisa dipastikan hingga proses penyelidikan kelar. Ia berharap, sanksinya tidak terlalu berat, karena universitas mengutamakan penyelesaian yang selaiknya. “Namun jika ini terulang lagi, terpaksa kami memilih menyelamatkan nama baik ribuan mahasiswa,” tegasnya.
http://polhukam.kompasiana.com/2010/...-implikasinya/
Nah padahal masalah bentrok ini cuman karena salah paham dan gak mau saling dewasa antara kedua belah pihak hingga masalahnya makin rumit saja kian hari.
Kalau di rangkum secara benar-benar masalahnya sebenarnya hanya begini
awalnya demo century
kemudian HMI makasar dikeroyok oknum polisi malam hari
setelah itu,warga gak terima karena jalan diblokir,,n mahasiswa ngrusak fasilitas umum
warga pun gantian nyerbu mahasiswa,
mahasiswa mundur
warga hancurkan HMI ampe motor2nya,
besoknya lagi
mobil polisi dirusak mahasiswa
kemudian lagi mahasiswa vs polisi
warga kembali bentrok sama mahasiswa
lempar lemparan
polisi menengahi
jalan kembali lancar
Namun keesokan harinya kembali ricuh.
Waduh ?
Semoga bapak-bapak polisi dan kakak-kakak mahasiswa khusunya kakak-kakak mahasiswa UNM bisa lihat blog ini yah.
Saran buat kedua belah pihak :
1) Mestinya kalian saling damai dengan cara yang lebih berwibawa gitu, jangan asal jotos-jotosan sendiri
2) kalian mestinya harus saling dewasa dong, lah katanya Mahasiswa ? Katanya Polisi.
3) Lain kali kalau mau Demo yang bener mas, ingat tujuan demonstrasi itukan menyampaikan aspirasi bukan saling Anarki
4) mestinya kalian tahu dulu kerugiannya kalau kalian bentrok begini
Yang pertama , noh lihat para om dan mba wartawan yang dapat bonus (bukan hanya wartawan lokal loh).
Kedua, waduh-waduh kalian cuma tambah mencemarkan nama Indonesia di kancah dunia saja
Ketiga gak rugi tuh, barang-barang & fasilitas umum rusak. Sia-sia Waktu dan Tenaga yang harusnya digunakan untuk belajar di kampus dan untuk mengabdi pada negara...
Yah cuman itu jeritan hati gue, yang baik-baik mohon dibagai & yang salah-salah jangan di masukan dalam hati.
nah berikut ini artikel tentang mahasiswa Makasar beserta VDnya yang saya dapat. Mohin disimak yah
Kamis kemarin (4/3/2010) tempointeraktif melaporkan bentrokan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dengan warga pengguna jalan. Warga kesal lantaran sudah terlalu lama jalanan di depan kampus tidak dibuka. Sejak pukul 10.00 wita Jalan Alauddin ditutup total oleh mahasiswa.
Sekitar 200 polisi antihura-hara Brimob Polda Sulsel mendesak mahasiswa mundur. Tapi, mahasiswa bertahan dan terus melempar batu dari dalam kampus. Polisi sudah menembakkan gas air mata. Akibat perang batu ini, Intan, 36 tahun, terluka terkena lemparan. Warga yang marah kemudian merusak pos satpam UIN, mereka juga melontarkan maki-makian kepada mahasiswa. Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Pol Adang Rochjana menyatakan aksi yang dilakukan warga adalah titik kulminasi karena tidak tahan dengan ulah mahasiswa.
Sejam sebelumnya, mahasiswa kampus lain masih di kota yang sama, bangunan pos polisi pelayanan masyarakat di pertigaan Jalan A.P. Pettarani dan Urip Sumoharjo, Makassar dilempari batu oleh sejumlah mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia. Akibatnya dua kaca pos polisi pecah.
Polisi yang tidak tahu apa-apa yang berjumah sekitar 30 anggota Brimob dan polisi dari Polres Makassar Timur sempat keteteran karena dilempari batu. Namun, tak beberapa lama mahasiswa pergi setelah bantuan 7 unit mobil polisi lalu lintas dengan sekitar 15 orang polisi datang.
Meski begitu mahasiswa UMI masih berjaga-jaga di kampusnya yang berjarak satu kilometer dari pos polisi tersebut. Ada kabar kericuhan mahasiswa juga terjadi di kampus Universitas Hasanuddin, dan Universitas Muhammadiyah.
Pengrusakan kantor polisi ini sudah yang kesekian kali menjadi korban keganasan mahasiswa. Tadi pagi mahasiswa sudah merusak pos polisi di pertigaan A.P. Pettarani dan Alauddin. Lalu siangnya, mahasiswa melempari kantor Polsekta Ujungpandang.
Bentrok Mahasiswa Makasar dengan Pengantar Jenazah
Selain dengan polisi, mahasiswa Makasar juga bentrok dengan warga pengguna jalan. Kali ini bukan main-main, yakni mobil pengantar jenazah dengan sirine yang selalu meraung-raung. Sudah menjadi rahasia umum, pengantar jenazah di Kota Makassar kerap menjadi “penguasa tunggal” di jalan. Seakan hanya mereka yang bisa lewat di jalan raya, pengguna jalan lainnya wajib minggir. Apa jadinya jika dua “penguasa” jalan bertemu di satu jalan. Bisa dibayangkan, bentrokan sulit terelakkan.
Begitu juga dengan mahasiswa yang menggelar demonstrasi. Mereka kerap menjelma menjadi “maharaja” di jalan raya. Pengguna jalan “wajib” antre lewat atau mencari jalur lain.
Saat dua “penguasa jalan” itu bertemu, bentrokan kerap menjadi suguhan. Itulah yang terjadi di Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu kemarin (3/3/2010) atau sehari sebelum bentrokan mahasiswa versus polisi tadi.
Ketika mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) “menguasai” jalan saat berdemo, puluhan pengantar jenazah tiba-tiba datang menuntut dibukanya jalan yang diblokir. Kedua pihak sama-sama ngotot, bentrokan pun pecah. Kejadiannya cepat, namun perang batu antar kedua pihak tidak dapat dihindarkan. Beruntung polisi yang berjaga di tempat tersebut dibantu jendral lapangan (jenlap) pada aksi tersebut dapat menenangkan dan melerai massa yang sedang panas.
Selain aksi saling lempar, mahasiswa UMI juga menyandera mobil berplat merah serta sebuah mobil bermuatan peti kemas. Selain itu mereka juga sempat membakar ban, dan empat ekor ayam betina yang bertuliskan “SBY”.
Kejadian serupa terjadi di depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, beberapa bulan lalu. Ketika itu, mahasiswa Unismuh asyik berorasi di depan kampus mereka, tiba-tiba pengantar jenazah lewat. Perang mulut tak terhindarkan kemudian menjadi perang batu. (Lihat)
Di tempat terpisah hari Rabu (3/3/2010), metrotvnews melaporkan bentrokan juga terjadi di Universitas Hassanudin Makassar, antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Mahasiswa melempari polisi bermotor dengan batu. Satu polisi terluka terkena lemparan batu di kepala. Aksi berlangsung anarkis. Sejumlah mahasiswa merusak dan mencabut rambu-rambu lalu lintas.
Sementara di depan Kantor DPD Partai Demokrat di Makassar, mahasiswa juga bersitegang dengan polisi. Mahasiswa melempari Kantor Demokrat dengan telur busuk. Bahkan mereka juga memberi pakaian dalam kepada pengurus Partai Demokrat.
Sedangkan di Kantor DPRD Sulawesi Selatan, ratusan mahasiswa membanjiri lingkungan kantor untuk berorasi. Di antaranya dari Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Makassar dan perguruan tinggi lainnya berunjuk rasa dari pagi hingga siang hari.
Di sejumlah titik, mahasiswa juga berunjuk rasa dengan menahan dan menginjak-injak mobil dinas pemerintah setempat dan selalu memblokir jalan tempat mereka melancarkan aksinya.
***
Bagaimana sebenarnya sejarah bentrokan mahasiswa di Makasar selama beberapa tahun terakhir? Berikut data-datanya :
24 April 1996
Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer.
1998
Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Jusuf Manggabarani.
September 2000
Mahasiswa UMI beraksi menolak masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. Dua mahasiswa UMI disel, yaitu Surya dan almarhum Nasrullah. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo.
Juni 2001
Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata.
18 Februari 2004
Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. Mahasiswa ngotot menutup jalan, sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak.
1 Mei 2004
Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. Akibatnya, puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan. Belakangan namanya sempat muncul kembali di media saat memeriksa Kombes Pol Susno Duadji terkait kasus Bibit-Chandra. Saat itu dia bertindak sebagai Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum).
5 Desember 2006
Mahasiswa dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa melawan mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, UNS, Selasa, 05 Desember 2006 dan masih banyak lagi.
24 September 2008
Sebanyak 24 mahasiswa berasal dari Fakultas Sastra dan Desain (FSD), satunya lagi dari Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar.
3 November 2008
Ratusan mahasiswa Universitas 45 Makassar terlibat tawuran dengan aksi lempar batu sesama mahasiswa.
Mahasiswa Makasar Bentrok dengan Sesama Mahasiswa
Bentrokan sesama mahasiswa kembali terjadi. Kali ini terjadi di Makassar, yaitu di Universitas Muslim Indonesia (lagi-lagi kampus ini). Seperti yang dilansir oleh media massa setempat (Tribun Makassar), bentrokan melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dengan mahasiswa yang tergabung di unit kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UMI. Akibat bentrokan tersebut, seorang mahasiswa Fakultas Teknik, mengalami luka parah akibat terkena tebasan parang dan anak anak panah di bagian leher. Dua mahasiswa teknik lainnya menderita luka akibat bentrokan.
Bentrokan ini dipicu hanya karena provokasi berupa pamflet oleh Kelompok Mapala di sekitar fakultas teknik. Pamflet ini kemudian membuat beberapa mahasiswa fakultas teknik naik pitam hingga akhirnya menyerang unit Mapala tersebut. Dari penyerangan ini bentrokan akhirnya tidak teredam, hingga korban berjatuhan.
Selain di UMI, bentrokan sesama mahasiswa juga terjadi di kampus ternama kota Makasar yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) pada hari Rabu, 17 Februari 2010. Pemicunya, mahasiswi Fakultas Teknik yang berjualan kue di Fakultas Peternakan digoda sejumlah mahasiswa.
Padahal, mereka berjualan kue dalam rangka pengumpulan dana. Tidak terima, mereka lalu melaporkan perlakuan mahasiswa peternakan tersebut kepada seniornya. Alhasil, bentrok mahasiswa antardua fakultas ini pun pecah.
Bentrok berlangsung sekira 90 menit. Mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.30 wita. Tidak ada korban serius dalam insiden ini. Namun, sejumlah kaca gedung perkuliahan rusak terkena lemparan batu.
Mengenai sanksi yang akan diberikan, Pembantu Rektor III Unhas Nasruddin Salam mengatakan, hal tersebut belum bisa dipastikan hingga proses penyelidikan kelar. Ia berharap, sanksinya tidak terlalu berat, karena universitas mengutamakan penyelesaian yang selaiknya. “Namun jika ini terulang lagi, terpaksa kami memilih menyelamatkan nama baik ribuan mahasiswa,” tegasnya.
http://polhukam.kompasiana.com/2010/...-implikasinya/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
Labels
Bangga Indonesia
(10)
berita luar negeri
(3)
Bung Karno
(3)
Cinta Tanah Air
(4)
definisi Petriotisme
(1)
demokrasi
(1)
Download film
(1)
Fakta menarik
(4)
INDONESIA
(1)
kekayaan Indonesia
(1)
kemerdekaan
(1)
Konspirasi
(1)
Lagu Indonesia
(1)
Luar Negeri
(1)
Masalah
(4)
Militer
(6)
Pancasila
(1)
Patriotisme
(4)
Patriotisme Dini
(1)
Perang
(1)
Perjuangan
(3)
politik
(1)
Produk dalam negeri
(1)
Puisi
(2)
Saykoji
(1)
semangat persatuan
(3)
tokoh
(1)
Sponsor Blog.... di klik yah kawan :)
Admin Profile
Chatting disini yah :)
Free Shoutbox by ShoutCamp
- .
0 komentar:
Posting Komentar
komentarnya gak boleh SARRA yah kawan.... :D