Senin, 28 Desember 2009
Puisi Untuk Ibu Pertiwi "from Kaskuser to Indonesia"
Ehm tadi gue abis berforum ria di forum kesayangan gue (apalagi kalau bukan Kaskus). Nah dari beratus ribu thread ada beberapa thread yang bikin gue tercengang. Tepatnya di subforum the lounge, selain disana tempat nongkrongnya anak-anak kaskuser buat bergosip ria ternyata banyak juga thread-thread bermanfaatnya. Salah satunya ketika gue cari di kaskuser dengan kata kunci " Puisi Indonesia" gue dapat 4 thread yang katanya akan menampilkan puisi-puisi untuk ibu pertiwi tercinta.
Nah disini gak lupa gue cantumin id kaskus siapa pencipta puisi-puisi tersebut. Sebenarnya banyak banget puisi-puisinya, namun puisi yang gue posting disini hanya sebagian yang gue tampilin. Bukan karena puisi yang lain jelek atau gak bermakna jadi gak gue tampilin. Tapi kalau ditampili semua nanti kalau loadingnya lama bagaimana ? Ok makdar'it (maka dari itu hehehehe) nanti kapan-kapan gue tampilin lagi yah kawan di postingan yang sama atau yang baru. :)
HARI MERDEKA - PART 1
: Ode tuk Hari Merdeka
Merdeka ….
Sebuah kata yang teramat berharga untuk ku
Melebihi harta yang selama ini ku kumpulkan
Melewati pemikiran yang selama ini ku asah
Merdeka ….
Banyak cita cita yang tergantung dalam hanger merdeka
Semua harapan tertuang dalam bejana kemerdekaan
Segala impian tertumpah dalam sebuah wadah kemerdekaan
Merdeka ….
Membutuhkan pengorbanan dalam menggapainya
Tetesan darah sang patriot yang gagah berani
Butiran air mata atas kerelaan dan keikhlasan sengsara
Merdeka ….
Semua berharap atas sebuah kata sakral
Semua berkhayal dalam makna kata singkat
Semua berkorban demi lafal sebuah kata
BSD City, 10 Agustus 2007 @ 23:19 WIBB
HARI MERDEKA - PART 2
: Sajak Kemerdekaan
“Tujuh belas Agustus tahun empat lima”
“Itulah hari kemerdekaan kita”
Sepenggal lagu yang dulu sering aku nyanyikan
Dalam kesendirianku,
ataupun dalam hingar bingar kelasku
Dalam senyumanku,
ataupun dalam kecut tangisanku
Kini aku merasakan makna yang lain
Begitu berbeda dengan rasa bangga yang dulu kurasakan
Merasa gagah setiap melantunkan lagu “suci” itu
Laksana pahlawan pulang dari medan laga
Dengan sejuta luka yang menganga membalut raga
Mengapa ??
Semua kini terasa hampa
Tiada lagi rasa bangga menyelimuti hatiku
Hanya tangis yang tertahan sesakkan dadaku
Cuma segumpal air mata menghiasi pelupuk mata ini
Merdeka….. atau kemerdekaan ….
Harusnya aku dan seluruh warga negri ini bahagia
Dengan segenap kenyamanan dan kebebasan dalam negari ini
Harusnya aku dan seluruh warga negri ini sama
Makan dan minum dengan hasil yang sama
Tidur dan berteduh dengan rasa yang sama
Namun….
Merdeka …. atau kemerdekaan …..
Hanya bagi mereka yang berkuasa di singgasana
Hanya untuk mereka yang di puja puja dalam kemewahan
Merdeka …. atau kemerdekaan….
Tidak dapat kami kecap dalam indahnya hari hari kami
Hanya ketakutan dan rasa was was yang datang setiap waktu
Merdeka … atau kemerdekaan ….
Masih saja aku mencarinya dalam setiap langkah
Dalam naungan merah putih penghias gang menuju rumahku
BSD City, 10 Agustus 2007 @ 23:23 WIBB
HARI MERDEKA - PART 3
:Gapura Kemerdekaan Kampungku
Bulan Agustus sudah merangkak
Menghampiri setiap nafas dalam setiap negri
Menyibak gedung yang kokoh berdiri megah
Menyeruak gubuk kumal di bantaran sungai
Mengabarkan berita yang terulang setiap tahun
Dalam hembusan angin yang bebas bergejolak
Kampungku, kampung mungil di pinggiran Jakarta
Ikut berbenah mendapat hembusan berita
Yang mengabarkan hari kemerdekaan sebentar lagi datang
Entah datang dalam bentuk apa, semua tak tahu
Hanya ramai kabar seperti memerintah untuk menyambut
Dalam kumal kampung mungilku
Semua berbaur dalam semangat yang sama
Menyambut datangnya sang tokoh dalam berita
Semua bersatu dalam lautan peluh
Menghadirkan suasana indah nan asri
Di ujung gang menuju kampungku
Telah berdiri megah sosok gapura kemerdekaan yang kokoh
Penuh warna yang begitu memepesonakan hatiku
Berhias hijau dedaun tanaman hias yang tertata rapih
Gapura kemerdekaan kampungku
Sudah menunggu datangnya sang tokoh dalam berita
Dengan segala solek dan make up nya
Akankah datang menghampiri kampungku ?
Sampai gapura kemerdekaan kampungku lusuh kembali
Terkikis terpaan waktu siang dan malam
BSD City, 10 Agustu 2007 @ 23:54 WIBB
HARI MERDEKA - PART 4
:Besok Ada Kemerdekaan
“Besok ada kemerdekaan”,
teriak Kang Paijo dari balik gerobak sampahnya
Saat berpapasan dengan Parmin si tukang sayur
“Besok ada kemerdekaan, katanya ! “,
ucap si Parmin sambil melayani para babu berbelanja
Kala para babu mengeluhkan nasib mereka
“Besok ada kemerdekaan, Gan !”,
bisik sang babu kepada majikan dengan penuh hormat
Sambil menghidangkan makan malam yang lezat
“Besok ada kemerdekaan, lho Jeng !”,
ujar majikan perempuan dari ujung saluran telepon selularnya
Sembari mengabarkan undangan arisan kepada teman sejawatnya
“Besok ada kemerdekaan…!!!”
ahh, yang bener Boss sahutku dengan senyuman
BSD City, 11 Agustus 2007 @ 00:10 WIBB
HARI MERDEKA - PART 5
:Merdeka dan Aku !!!
Menerawang dalam anganku pada sebuah asa
Dalam siang yang terik membakar jiwaku
Dalam malam yang dingin membekukan otakku
Aku pernah bermimpi indah
Akan sebuah negri yang sejahtera tuk semua warga
Akan sebuah negri yang adil tuk semua pejabat
Akan sebuah negri yang bijak tuk semua aparat
Akan sebuah negri yang rukun tuk semua suku bangsa
Apakah mimpiku hanya penghias tidurku ?
Atau mimpiku adalah harapan hatiku yang terdalam ?
Entahlah
Aku hanya sebutir debu dalam bentang Sabang sampai Merauke
Tiada daya hanya tuk sebuah mimpi berdebu
Akupun juga pernah menaruh harapan
Pada sosok pemimpin yang akan membawa negriku kedepan
Merubah semua keadaan negriku yang kian menyedihkan
Merubah semua keadaan pejabat yang kian menyesatkan
Merubah semua keadaan aparat yang kian menang sendiri
Merubah semua keadaan suku bangsa yang kian bergejolak
Harapanku tiada kunjung aku dapatkan
Apakah hanya aku yang berharap untuk semuanya ?
Aku tidak tahu
Aku hanya sebutir debu dalam luas zamrud khatulistiwa
Tiada kekuatan tuk membalut luka yang menganga
Aku hanya bisa berdoa
Dalam setiap waktu yang aku miliki
Untuk negriku yang akan merdeka lagi
BSD City, 13 Agustus 2007 @ 23:27 WIBB
HARI MERDEKA - PART 6
Detik Detik
Aku masih saja di sini
Menghadap sebuah layar yang kaku
Hanya jemari yang bermain tanpa irama
Hmm, lamat lamat aku mendengar
Gemuruh disana, gemururh di sini menyerukan
“Merdeka… Merdekaa… merdekaaa..!!”
Entah, semua tedengar nyata bagiku
Tanpa siluet yang menghadang telingaku
Yah…..
Aku merasa kembali ke masa itu
Masa dimana tonggak kemerdekaan diserukan
Masa dimana sejarah negri akan mulai terukir indah
Masa dimana kehidupan bangsa mulai di gariskan
Masa dimana detik detik lahirnya bangsa ini dikumandangkan
Aku menggigil dalam hiruk pikuknya
Aku menangis dalam riuh rendah kemenangan
Aku terpasung dalam sorak sorai kemerdekaan
Dan,
aku masih saja di sini …
Tertunduk lesu dalam kesunyian
Menerawang langit yang tiada kuraih ujungnya
Bersama pesta ribuan rakyat yang merdeka
BSD City, 17 Agustus 2007 @ 08:20 WIBB
HARI MERDEKA - PART 7
:Cerita Kakekku
Kakekku dulu pernah bercerita
Tentang semangat juang dimasa mudanya
Juga tentang luka luka yang di dera tubuhnya
Peluru musuh pernah mampir ke paha dan lengannya
Serpihan granat pernah juga hinggap di punggungnya
Kakekku dulu pernah bercerita
Tidak hanya beliau yang maju ke medan laga
Masih banyak rekan seperjuangan yang tinggal nama
Mengorbankan jiwa raga demi Ibu Pertiwi
Kakekku juga pernah bercerita
Tentang beratnya tantangan di masa penajajahan
Tentang susahnya bertahan di masa penjajahan
Tentang kemiskinan di masa penjajahan
Itu semua cerita kakekku dulu
Namun, kemarin kakekku juga bercerita
Tentang susahnya hidup dimasa sekarang ini
Tentang beratnya tantangan dimasa sekarang ini
Tentang kemiskinan dimasa sekarang ini
Kakekku hanya meneteskan air mata
Sembari bergumam lirik
“Merdeka… hanya bagi yang berkuasa”
BSD City, 18 Agustus 2007 @ 07:22 WIBB
HARI MERDEKA - PART 8
:Merdekakah kami ?
Sang Ayah tidak dapat berucap sepatah kata
Hanya diam
Hanya membisu
Hanya meneteskan airmata
Hanya menatap langit yang mendung
Sang Ayah hanya membatin
“Maafkan ayahmu nak”
“Engkau seharusnya bisa sekolah bersama temanmu”
“Engkau seharusnya bermain bukan mengemis”
“engkau harusnya bisa seperti anak anak yang lain”
“Maafkan ayahmu nak”,
ucap sang ayah lirih kepada anaknya
Bangsa memang sudah merdeka
Tapi kita belum nak
Kita masih berperang dengan kemiskinan
Kita masih berperang dengan nurani pejabat
Kita masih berperang dengan hidup
Sabar ya anakku
BSD City, 18 Agustus 2007 @ 07:34 WIBB
id kaskus : jigyjig
PAHLAWANKU
Dengan Senjata Seadanya kau Berjuang...
Dengan Darah yang Mengalir Membasahi bumi pertiwi kau Berjuang...
Dengan Tekad yang Bulat Untuk Kemerdekaan Tanah Air ini Kau Berjuang...
Oh Pahlawanku... Kau Berkorban Demi Bangsa Ini...
MERDEKA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
id kaskus : marsipaturetena
Perjuangan ini kupersembahkan bukan hanya untuk kemerdekaan - ku,
untuk kemerdekaan anak dan istriku,
untuk kemerdekaan keluargaku,
untuk kemerdekaan bangsa ….
Sampai titik darah penghabisan kupersembahkan untuk negeriku ini.
NEGERIKU INDONESIA….
“MERDEKA !!!!”
id kaskus : spicycoky
Merdeka itu bebas, bebas dari segala msalah yang menimpa
Merdeka itu bangga, bangga mempunyai sejarah kemerdekaan yang utuh
Merdeka itu Bangun, bangun dari keterpurukan yang ada sebelumnya
Merdeka itu berani, berani mengungkap yang benar dan membenarkan yang salah
Merdeka itu, harus bisa..!!
id kaskus : aye_rachman (maniak puisi banget yah kaskuser yang satu ini ?)
Merdekanya Negriku
Mentari masih terbuai mimpi di peraduan
Hanya embun pagi yang sudah merebak pekat
Menabur hawa dingin ke segenap raga
Aku tertatih mengeja sebuah kata di depan balai desaku
Dengan surau dan seolah tiap huruf menyangkut ditenggorokanku
Begitu berat selaksa sakratul maut menjemput
Mmmm...Eeee...Rrrrr....
mmm...Eee..Rrrr..De....
Mmmer...Dee...Kaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
yaa, hanya sebuah kata yang mudah kurasa
Srengseng, 7 Agustus 2009 @ 01:25
id kaskus : tyo_ruls
Sssst
MERDEKA !!!!!!
Merdeka ....
sudah kah kita ...
Merdeka ...
banyak yg bilang kita sudah merdeka
sudah kah kita ...
Merdeka
lama sudah para pejuang meneriakan Merdeka
sudahkah kita ...
Merdeka
17 agustus tahun 45 Mereka memproklamirkan nya
sudah kah kita ...
Merdeka ... merdeka ... merdeka ....
itu lah kata mereka ....
sudahkah kita ....
id kaskus : pangeraNET
Harapan kemerdekaanku
merdeka merdeka merdeka
suara itu ku dengar dari pengeras suara yang begitu besar
berada di kiri dan kanan pangung teramat mewah
berdiri di atasnya seorang berwajah semangat dan terlihat berwibawa
tanpa sadar kakiku pun melangkah mendekat
bangga dan bergetar jiwa ini ketika semua meneriakan
"merdeka merdeka merdeka"
tapi tanpa sengaja kulihat di antara mereka
seoarang ibu berpakaian lusuh, dengan anak di peluakknya
duduk dan sesekali ia mengusap air mata anaknya
dalam hati aku bertanya
ada apa dengan kemerdekaan ini
ada apa dengan suka cita ini
mereka dengan lantang berteriak
"merdeka merdeka merdeka"
sementara di suatu sisi ada yang berteriak
"Ibu hari ini kita makan apa?"
dalam pesta kemerdekaan ini aku berharap dan berdoa
semoga bangsaku bisa terus bangkit
terbebas dari semua kemunafikan para penguasa
dan terbebas dari kemiskinan ini
id kaskus : sleepin' sun
Tepat pukul 8 malam aku beranjak pulang dari tempat bekerja
Setelah seharian penuh bergelut dengan dunia.
Letih kurasa saat kulangkahkan kaki ini menuju ke halte bus kota
Menunggu di antara kebisingan kota.
Di antara debu jalanan yang di gilas roda kemajuan jaman.
Kulihat………indah juga kota ini kala malam menyelimutinya.
Di sana sini kulihat begitu gemerlapnya lampu kota menerangi
Seperti berlomba menampakkan keindahan yang semu
Sempat memang benak ini terbang melompati ruang dan waktu.
Mencoba mengulur kembali tali waktu yang telah terlewati oleh kotaku ini.
Ternyata kota yang dulu tenang dan damai, sekarang berubah menjadi begitu ramai, sombong, bahkan mungkin kejam.
Seketika lamunanku buyar oleh teriakan kondektur bus kota.
Akupun bergegas mengejar bus itu, yang ternyata telah penuh dengan orang yang mungkin sama denganku.
Perlahan roda-roda hitam itu bergerak dengan meninggalkan debu yang berterbangan.
Aku berdiri dengan segala kepenatan di antara para penumpang
Kupikir,mereka juga merasakan hal yang sama letih, lelah, cape, ngantuk, semuanya.
Sejenak saja bus kota ini berjalan dengan cepat, untuk selanjutnya tersendat di antara kendaraan yang bergerak perlahan-lahan, macet!
Tak terhitung detik yang telah kulewati dalam kemacetan yang begitu menyesakkan.
Dan memang,kotaku ini sangat akrab dengan deretan antrian kendaraan di sepanjang aspal jalannya, dan telah menjadi wajah keseharian yang harus kulewati.
Di tengah kemacetan itu, tiba-tiba mataku menangkap satu pemandangan, ya, satu pemandangan yang membuat aku tersentuh.
Di sela jejalan kendaraan, di tengah kepulan asap polusi dan debu jalanan, di antara sudut pagar besi keropos pemisah jalan, terselip tiga orang anak perempuan kecil, satu di antaranya berusia tujuh tahun, yang kedua mungkin berusia 3 tahun, dan yang terakhir baru berusia 1 tahun, mereka tidak memakai baju untuk melindungi tubuh kurus dan ringkih mereka.
Dengan mata yang sayu, tangan kumal menegadah pada setiap jendela pintu mobil yang lalu lalang, mereka berharap ada sejumput rezeki untuk makan malam mereka.
Kulihat,si kecil begitu ketakutan ketika hampir saja roda kendaraan menggilas kakinya yang terjuntai lemah.
Dan ketika kuperhatikan, betapa angkuhnya mereka yang duduk manis di belakang kemudi, tak kulihat ada sorot mata penuh kasih terhadap mereka.
Padahal, tak banyak yang mereka harapkan, mungkin hanya sekeping uang receh untuk menyambung hidup mereka hari ini.
Dan ketika kuingat hari itu tepat seminggu sebelum perayaan kemerdekaan.
Kubayangkan bahwa bukan seperti ini kemerdekaan yang mereka harapkan.
Lalu di manakah nurani kita???
Di manakah kepedulian kita terhadap sesama???
Tak pernah mereka meminta untuk dilahirkan dalam keadaan papa.
Yang mereka tahu hanyalah bahwa mereka harus bertahan hidup.
Apakah ini artinya tidak ada keadilan bagi mereka…..????
Lalu kenapa semua ini terjadi.???
Di hadapanku kulihat ada dua sisi kehidupan yang bertolak belakang.
Dua kehidupan yang sama-sama bernaung dibawah kibaran sang saka merah putih.
Dua kehidupan yang sama berdiri di atas tanah ibu pertiwi.
Dua kehidupan yang sama-sama meneriakkan kata……MERDEKA.
Tapi begitu jelas dan nyata benang yang memisahkan keduanya..
Jika bisa aku bertanya pada para syuhada kemerdekaan………??
Akan aku tanyakan pada mereka.” pernahkah mereka pikir bahwa inilah kemerdekaan yang mereka perjuangkan dulu.…??”
Ketika darah bercucuran setetes demi setetes dari tubuh kaku mereka.
Apakah ini hasil dari perjuangan mereka????
Kupikir, mereka semua akan menangis bila melihat kenyataan sekarang.
Ternyata merdeka yang mereka cita-citakan dahulu hanya hinggap bagi sebagian orang saja.
Ternyata merdeka yang mereka pertaruhkan dulu hanya membuat orang menjadi rakus.
Ternyata cita-cita luhur mereka menjadi sia-sia ketika Pancasila tak lagi adil bagi rakyatnya.
Ternyata sang saka merah putih tak cukup lebar untuk memayungi rakyatnya.
Dan ternyata, betapa banyak orang yang membiarkan kibarannya menjadi lunglai.
Warnanya memudar pucat, Merah pun tak lagi berani.
Putihpun tak lagi suci.
Di manakah kita ketika kata merdeka menyeruak dalam rutinitas seremonial.
Di manakah kita ketika angin mencoba untuk lambaikan kibarannya.
Di manakah kita ketika tiangnya tak lagi tegak.
Di manakah merdeka itu?? di mana?? .di mana????
Di kantung mereka yang bermobil kah?????
Di saku mereka yang duduk manis di gedung rakyat kah????
Tapi tak mungkin di saku tiga anak perempuan kecil itu………..tidak mungkin.
Dan ternyata, aku menangis ketika aku rasakan merdeka itu melemah dalam ketiada berdayaan mereka bertiga.
Salam,
Sleepin'sun
Opini gue : Wah ternyata gue semakin bangga atas kaskus sebagai forum web terbesar kebanggaan Indonesia. Karena setahu gue anak kaskus itu biasanya lebih sering bercanda dan berhumor ria di kaskus. Tapi ternyata puisi-puisi mereka keren dan maknanya dalam banget. Apalagi kalau Tamar Blezynzky yang membawain puisi ini. Gue yakin para konglomerat pencinta puisi gak bakalan nyesel kalau dengar puisi-puisi dari mereka.
Nah disini gak lupa gue cantumin id kaskus siapa pencipta puisi-puisi tersebut. Sebenarnya banyak banget puisi-puisinya, namun puisi yang gue posting disini hanya sebagian yang gue tampilin. Bukan karena puisi yang lain jelek atau gak bermakna jadi gak gue tampilin. Tapi kalau ditampili semua nanti kalau loadingnya lama bagaimana ? Ok makdar'it (maka dari itu hehehehe) nanti kapan-kapan gue tampilin lagi yah kawan di postingan yang sama atau yang baru. :)
_______________________________
Id kaskus : aye_rachmanSpoiler for untuk lebih detail klik show :) :
HARI MERDEKA - PART 1
: Ode tuk Hari Merdeka
Merdeka ….
Sebuah kata yang teramat berharga untuk ku
Melebihi harta yang selama ini ku kumpulkan
Melewati pemikiran yang selama ini ku asah
Merdeka ….
Banyak cita cita yang tergantung dalam hanger merdeka
Semua harapan tertuang dalam bejana kemerdekaan
Segala impian tertumpah dalam sebuah wadah kemerdekaan
Merdeka ….
Membutuhkan pengorbanan dalam menggapainya
Tetesan darah sang patriot yang gagah berani
Butiran air mata atas kerelaan dan keikhlasan sengsara
Merdeka ….
Semua berharap atas sebuah kata sakral
Semua berkhayal dalam makna kata singkat
Semua berkorban demi lafal sebuah kata
BSD City, 10 Agustus 2007 @ 23:19 WIBB
HARI MERDEKA - PART 2
: Sajak Kemerdekaan
“Tujuh belas Agustus tahun empat lima”
“Itulah hari kemerdekaan kita”
Sepenggal lagu yang dulu sering aku nyanyikan
Dalam kesendirianku,
ataupun dalam hingar bingar kelasku
Dalam senyumanku,
ataupun dalam kecut tangisanku
Kini aku merasakan makna yang lain
Begitu berbeda dengan rasa bangga yang dulu kurasakan
Merasa gagah setiap melantunkan lagu “suci” itu
Laksana pahlawan pulang dari medan laga
Dengan sejuta luka yang menganga membalut raga
Mengapa ??
Semua kini terasa hampa
Tiada lagi rasa bangga menyelimuti hatiku
Hanya tangis yang tertahan sesakkan dadaku
Cuma segumpal air mata menghiasi pelupuk mata ini
Merdeka….. atau kemerdekaan ….
Harusnya aku dan seluruh warga negri ini bahagia
Dengan segenap kenyamanan dan kebebasan dalam negari ini
Harusnya aku dan seluruh warga negri ini sama
Makan dan minum dengan hasil yang sama
Tidur dan berteduh dengan rasa yang sama
Namun….
Merdeka …. atau kemerdekaan …..
Hanya bagi mereka yang berkuasa di singgasana
Hanya untuk mereka yang di puja puja dalam kemewahan
Merdeka …. atau kemerdekaan….
Tidak dapat kami kecap dalam indahnya hari hari kami
Hanya ketakutan dan rasa was was yang datang setiap waktu
Merdeka … atau kemerdekaan ….
Masih saja aku mencarinya dalam setiap langkah
Dalam naungan merah putih penghias gang menuju rumahku
BSD City, 10 Agustus 2007 @ 23:23 WIBB
HARI MERDEKA - PART 3
:Gapura Kemerdekaan Kampungku
Bulan Agustus sudah merangkak
Menghampiri setiap nafas dalam setiap negri
Menyibak gedung yang kokoh berdiri megah
Menyeruak gubuk kumal di bantaran sungai
Mengabarkan berita yang terulang setiap tahun
Dalam hembusan angin yang bebas bergejolak
Kampungku, kampung mungil di pinggiran Jakarta
Ikut berbenah mendapat hembusan berita
Yang mengabarkan hari kemerdekaan sebentar lagi datang
Entah datang dalam bentuk apa, semua tak tahu
Hanya ramai kabar seperti memerintah untuk menyambut
Dalam kumal kampung mungilku
Semua berbaur dalam semangat yang sama
Menyambut datangnya sang tokoh dalam berita
Semua bersatu dalam lautan peluh
Menghadirkan suasana indah nan asri
Di ujung gang menuju kampungku
Telah berdiri megah sosok gapura kemerdekaan yang kokoh
Penuh warna yang begitu memepesonakan hatiku
Berhias hijau dedaun tanaman hias yang tertata rapih
Gapura kemerdekaan kampungku
Sudah menunggu datangnya sang tokoh dalam berita
Dengan segala solek dan make up nya
Akankah datang menghampiri kampungku ?
Sampai gapura kemerdekaan kampungku lusuh kembali
Terkikis terpaan waktu siang dan malam
BSD City, 10 Agustu 2007 @ 23:54 WIBB
HARI MERDEKA - PART 4
:Besok Ada Kemerdekaan
“Besok ada kemerdekaan”,
teriak Kang Paijo dari balik gerobak sampahnya
Saat berpapasan dengan Parmin si tukang sayur
“Besok ada kemerdekaan, katanya ! “,
ucap si Parmin sambil melayani para babu berbelanja
Kala para babu mengeluhkan nasib mereka
“Besok ada kemerdekaan, Gan !”,
bisik sang babu kepada majikan dengan penuh hormat
Sambil menghidangkan makan malam yang lezat
“Besok ada kemerdekaan, lho Jeng !”,
ujar majikan perempuan dari ujung saluran telepon selularnya
Sembari mengabarkan undangan arisan kepada teman sejawatnya
“Besok ada kemerdekaan…!!!”
ahh, yang bener Boss sahutku dengan senyuman
BSD City, 11 Agustus 2007 @ 00:10 WIBB
HARI MERDEKA - PART 5
:Merdeka dan Aku !!!
Menerawang dalam anganku pada sebuah asa
Dalam siang yang terik membakar jiwaku
Dalam malam yang dingin membekukan otakku
Aku pernah bermimpi indah
Akan sebuah negri yang sejahtera tuk semua warga
Akan sebuah negri yang adil tuk semua pejabat
Akan sebuah negri yang bijak tuk semua aparat
Akan sebuah negri yang rukun tuk semua suku bangsa
Apakah mimpiku hanya penghias tidurku ?
Atau mimpiku adalah harapan hatiku yang terdalam ?
Entahlah
Aku hanya sebutir debu dalam bentang Sabang sampai Merauke
Tiada daya hanya tuk sebuah mimpi berdebu
Akupun juga pernah menaruh harapan
Pada sosok pemimpin yang akan membawa negriku kedepan
Merubah semua keadaan negriku yang kian menyedihkan
Merubah semua keadaan pejabat yang kian menyesatkan
Merubah semua keadaan aparat yang kian menang sendiri
Merubah semua keadaan suku bangsa yang kian bergejolak
Harapanku tiada kunjung aku dapatkan
Apakah hanya aku yang berharap untuk semuanya ?
Aku tidak tahu
Aku hanya sebutir debu dalam luas zamrud khatulistiwa
Tiada kekuatan tuk membalut luka yang menganga
Aku hanya bisa berdoa
Dalam setiap waktu yang aku miliki
Untuk negriku yang akan merdeka lagi
BSD City, 13 Agustus 2007 @ 23:27 WIBB
HARI MERDEKA - PART 6
Detik Detik
Aku masih saja di sini
Menghadap sebuah layar yang kaku
Hanya jemari yang bermain tanpa irama
Hmm, lamat lamat aku mendengar
Gemuruh disana, gemururh di sini menyerukan
“Merdeka… Merdekaa… merdekaaa..!!”
Entah, semua tedengar nyata bagiku
Tanpa siluet yang menghadang telingaku
Yah…..
Aku merasa kembali ke masa itu
Masa dimana tonggak kemerdekaan diserukan
Masa dimana sejarah negri akan mulai terukir indah
Masa dimana kehidupan bangsa mulai di gariskan
Masa dimana detik detik lahirnya bangsa ini dikumandangkan
Aku menggigil dalam hiruk pikuknya
Aku menangis dalam riuh rendah kemenangan
Aku terpasung dalam sorak sorai kemerdekaan
Dan,
aku masih saja di sini …
Tertunduk lesu dalam kesunyian
Menerawang langit yang tiada kuraih ujungnya
Bersama pesta ribuan rakyat yang merdeka
BSD City, 17 Agustus 2007 @ 08:20 WIBB
HARI MERDEKA - PART 7
:Cerita Kakekku
Kakekku dulu pernah bercerita
Tentang semangat juang dimasa mudanya
Juga tentang luka luka yang di dera tubuhnya
Peluru musuh pernah mampir ke paha dan lengannya
Serpihan granat pernah juga hinggap di punggungnya
Kakekku dulu pernah bercerita
Tidak hanya beliau yang maju ke medan laga
Masih banyak rekan seperjuangan yang tinggal nama
Mengorbankan jiwa raga demi Ibu Pertiwi
Kakekku juga pernah bercerita
Tentang beratnya tantangan di masa penajajahan
Tentang susahnya bertahan di masa penjajahan
Tentang kemiskinan di masa penjajahan
Itu semua cerita kakekku dulu
Namun, kemarin kakekku juga bercerita
Tentang susahnya hidup dimasa sekarang ini
Tentang beratnya tantangan dimasa sekarang ini
Tentang kemiskinan dimasa sekarang ini
Kakekku hanya meneteskan air mata
Sembari bergumam lirik
“Merdeka… hanya bagi yang berkuasa”
BSD City, 18 Agustus 2007 @ 07:22 WIBB
HARI MERDEKA - PART 8
:Merdekakah kami ?
Sang Ayah tidak dapat berucap sepatah kata
Hanya diam
Hanya membisu
Hanya meneteskan airmata
Hanya menatap langit yang mendung
Sang Ayah hanya membatin
“Maafkan ayahmu nak”
“Engkau seharusnya bisa sekolah bersama temanmu”
“Engkau seharusnya bermain bukan mengemis”
“engkau harusnya bisa seperti anak anak yang lain”
“Maafkan ayahmu nak”,
ucap sang ayah lirih kepada anaknya
Bangsa memang sudah merdeka
Tapi kita belum nak
Kita masih berperang dengan kemiskinan
Kita masih berperang dengan nurani pejabat
Kita masih berperang dengan hidup
Sabar ya anakku
BSD City, 18 Agustus 2007 @ 07:34 WIBB
Spoiler for untuk lebih detail klik show :) :
id kaskus : jigyjig
PAHLAWANKU
Dengan Senjata Seadanya kau Berjuang...
Dengan Darah yang Mengalir Membasahi bumi pertiwi kau Berjuang...
Dengan Tekad yang Bulat Untuk Kemerdekaan Tanah Air ini Kau Berjuang...
Oh Pahlawanku... Kau Berkorban Demi Bangsa Ini...
MERDEKA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
id kaskus : marsipaturetena
Perjuangan ini kupersembahkan bukan hanya untuk kemerdekaan - ku,
untuk kemerdekaan anak dan istriku,
untuk kemerdekaan keluargaku,
untuk kemerdekaan bangsa ….
Sampai titik darah penghabisan kupersembahkan untuk negeriku ini.
NEGERIKU INDONESIA….
“MERDEKA !!!!”
id kaskus : spicycoky
Merdeka itu bebas, bebas dari segala msalah yang menimpa
Merdeka itu bangga, bangga mempunyai sejarah kemerdekaan yang utuh
Merdeka itu Bangun, bangun dari keterpurukan yang ada sebelumnya
Merdeka itu berani, berani mengungkap yang benar dan membenarkan yang salah
Merdeka itu, harus bisa..!!
id kaskus : aye_rachman (maniak puisi banget yah kaskuser yang satu ini ?)
Merdekanya Negriku
Mentari masih terbuai mimpi di peraduan
Hanya embun pagi yang sudah merebak pekat
Menabur hawa dingin ke segenap raga
Aku tertatih mengeja sebuah kata di depan balai desaku
Dengan surau dan seolah tiap huruf menyangkut ditenggorokanku
Begitu berat selaksa sakratul maut menjemput
Mmmm...Eeee...Rrrrr....
mmm...Eee..Rrrr..De....
Mmmer...Dee...Kaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
yaa, hanya sebuah kata yang mudah kurasa
Srengseng, 7 Agustus 2009 @ 01:25
id kaskus : tyo_ruls
Sssst
MERDEKA !!!!!!
Merdeka ....
sudah kah kita ...
Merdeka ...
banyak yg bilang kita sudah merdeka
sudah kah kita ...
Merdeka
lama sudah para pejuang meneriakan Merdeka
sudahkah kita ...
Merdeka
17 agustus tahun 45 Mereka memproklamirkan nya
sudah kah kita ...
Merdeka ... merdeka ... merdeka ....
itu lah kata mereka ....
sudahkah kita ....
id kaskus : pangeraNET
Harapan kemerdekaanku
merdeka merdeka merdeka
suara itu ku dengar dari pengeras suara yang begitu besar
berada di kiri dan kanan pangung teramat mewah
berdiri di atasnya seorang berwajah semangat dan terlihat berwibawa
tanpa sadar kakiku pun melangkah mendekat
bangga dan bergetar jiwa ini ketika semua meneriakan
"merdeka merdeka merdeka"
tapi tanpa sengaja kulihat di antara mereka
seoarang ibu berpakaian lusuh, dengan anak di peluakknya
duduk dan sesekali ia mengusap air mata anaknya
dalam hati aku bertanya
ada apa dengan kemerdekaan ini
ada apa dengan suka cita ini
mereka dengan lantang berteriak
"merdeka merdeka merdeka"
sementara di suatu sisi ada yang berteriak
"Ibu hari ini kita makan apa?"
dalam pesta kemerdekaan ini aku berharap dan berdoa
semoga bangsaku bisa terus bangkit
terbebas dari semua kemunafikan para penguasa
dan terbebas dari kemiskinan ini
id kaskus : sleepin' sun
# anak Prempuan Kecil disela Arti Kemerdekaan
Tepat pukul 8 malam aku beranjak pulang dari tempat bekerja
Setelah seharian penuh bergelut dengan dunia.
Letih kurasa saat kulangkahkan kaki ini menuju ke halte bus kota
Menunggu di antara kebisingan kota.
Di antara debu jalanan yang di gilas roda kemajuan jaman.
Kulihat………indah juga kota ini kala malam menyelimutinya.
Di sana sini kulihat begitu gemerlapnya lampu kota menerangi
Seperti berlomba menampakkan keindahan yang semu
Sempat memang benak ini terbang melompati ruang dan waktu.
Mencoba mengulur kembali tali waktu yang telah terlewati oleh kotaku ini.
Ternyata kota yang dulu tenang dan damai, sekarang berubah menjadi begitu ramai, sombong, bahkan mungkin kejam.
Seketika lamunanku buyar oleh teriakan kondektur bus kota.
Akupun bergegas mengejar bus itu, yang ternyata telah penuh dengan orang yang mungkin sama denganku.
Perlahan roda-roda hitam itu bergerak dengan meninggalkan debu yang berterbangan.
Aku berdiri dengan segala kepenatan di antara para penumpang
Kupikir,mereka juga merasakan hal yang sama letih, lelah, cape, ngantuk, semuanya.
Sejenak saja bus kota ini berjalan dengan cepat, untuk selanjutnya tersendat di antara kendaraan yang bergerak perlahan-lahan, macet!
Tak terhitung detik yang telah kulewati dalam kemacetan yang begitu menyesakkan.
Dan memang,kotaku ini sangat akrab dengan deretan antrian kendaraan di sepanjang aspal jalannya, dan telah menjadi wajah keseharian yang harus kulewati.
Di tengah kemacetan itu, tiba-tiba mataku menangkap satu pemandangan, ya, satu pemandangan yang membuat aku tersentuh.
Di sela jejalan kendaraan, di tengah kepulan asap polusi dan debu jalanan, di antara sudut pagar besi keropos pemisah jalan, terselip tiga orang anak perempuan kecil, satu di antaranya berusia tujuh tahun, yang kedua mungkin berusia 3 tahun, dan yang terakhir baru berusia 1 tahun, mereka tidak memakai baju untuk melindungi tubuh kurus dan ringkih mereka.
Dengan mata yang sayu, tangan kumal menegadah pada setiap jendela pintu mobil yang lalu lalang, mereka berharap ada sejumput rezeki untuk makan malam mereka.
Kulihat,si kecil begitu ketakutan ketika hampir saja roda kendaraan menggilas kakinya yang terjuntai lemah.
Dan ketika kuperhatikan, betapa angkuhnya mereka yang duduk manis di belakang kemudi, tak kulihat ada sorot mata penuh kasih terhadap mereka.
Padahal, tak banyak yang mereka harapkan, mungkin hanya sekeping uang receh untuk menyambung hidup mereka hari ini.
Dan ketika kuingat hari itu tepat seminggu sebelum perayaan kemerdekaan.
Kubayangkan bahwa bukan seperti ini kemerdekaan yang mereka harapkan.
Lalu di manakah nurani kita???
Di manakah kepedulian kita terhadap sesama???
Tak pernah mereka meminta untuk dilahirkan dalam keadaan papa.
Yang mereka tahu hanyalah bahwa mereka harus bertahan hidup.
Apakah ini artinya tidak ada keadilan bagi mereka…..????
Lalu kenapa semua ini terjadi.???
Di hadapanku kulihat ada dua sisi kehidupan yang bertolak belakang.
Dua kehidupan yang sama-sama bernaung dibawah kibaran sang saka merah putih.
Dua kehidupan yang sama berdiri di atas tanah ibu pertiwi.
Dua kehidupan yang sama-sama meneriakkan kata……MERDEKA.
Tapi begitu jelas dan nyata benang yang memisahkan keduanya..
Jika bisa aku bertanya pada para syuhada kemerdekaan………??
Akan aku tanyakan pada mereka.” pernahkah mereka pikir bahwa inilah kemerdekaan yang mereka perjuangkan dulu.…??”
Ketika darah bercucuran setetes demi setetes dari tubuh kaku mereka.
Apakah ini hasil dari perjuangan mereka????
Kupikir, mereka semua akan menangis bila melihat kenyataan sekarang.
Ternyata merdeka yang mereka cita-citakan dahulu hanya hinggap bagi sebagian orang saja.
Ternyata merdeka yang mereka pertaruhkan dulu hanya membuat orang menjadi rakus.
Ternyata cita-cita luhur mereka menjadi sia-sia ketika Pancasila tak lagi adil bagi rakyatnya.
Ternyata sang saka merah putih tak cukup lebar untuk memayungi rakyatnya.
Dan ternyata, betapa banyak orang yang membiarkan kibarannya menjadi lunglai.
Warnanya memudar pucat, Merah pun tak lagi berani.
Putihpun tak lagi suci.
Di manakah kita ketika kata merdeka menyeruak dalam rutinitas seremonial.
Di manakah kita ketika angin mencoba untuk lambaikan kibarannya.
Di manakah kita ketika tiangnya tak lagi tegak.
Di manakah merdeka itu?? di mana?? .di mana????
Di kantung mereka yang bermobil kah?????
Di saku mereka yang duduk manis di gedung rakyat kah????
Tapi tak mungkin di saku tiga anak perempuan kecil itu………..tidak mungkin.
Dan ternyata, aku menangis ketika aku rasakan merdeka itu melemah dalam ketiada berdayaan mereka bertiga.
Salam,
Sleepin'sun
Opini gue : Wah ternyata gue semakin bangga atas kaskus sebagai forum web terbesar kebanggaan Indonesia. Karena setahu gue anak kaskus itu biasanya lebih sering bercanda dan berhumor ria di kaskus. Tapi ternyata puisi-puisi mereka keren dan maknanya dalam banget. Apalagi kalau Tamar Blezynzky yang membawain puisi ini. Gue yakin para konglomerat pencinta puisi gak bakalan nyesel kalau dengar puisi-puisi dari mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
Labels
Bangga Indonesia
(10)
berita luar negeri
(3)
Bung Karno
(3)
Cinta Tanah Air
(4)
definisi Petriotisme
(1)
demokrasi
(1)
Download film
(1)
Fakta menarik
(4)
INDONESIA
(1)
kekayaan Indonesia
(1)
kemerdekaan
(1)
Konspirasi
(1)
Lagu Indonesia
(1)
Luar Negeri
(1)
Masalah
(4)
Militer
(6)
Pancasila
(1)
Patriotisme
(4)
Patriotisme Dini
(1)
Perang
(1)
Perjuangan
(3)
politik
(1)
Produk dalam negeri
(1)
Puisi
(2)
Saykoji
(1)
semangat persatuan
(3)
tokoh
(1)
Sponsor Blog.... di klik yah kawan :)
Admin Profile
Chatting disini yah :)
Free Shoutbox by ShoutCamp
- .
1 komentar:
Casinos in Colorado 2021 - Dr.MCD
The best casinos are in Colorado. A list 삼척 출장안마 of the best 청주 출장마사지 casinos in 안양 출장샵 Colorado. Check them out 경상남도 출장안마 and try your luck with your no deposit 전라남도 출장샵 bonuses.
Posting Komentar
komentarnya gak boleh SARRA yah kawan.... :D